Obral!

Sirah Sahabiyah Seri 1 -Para Sahabiyah as-Sabiqunal Awwalun-Attuqa

Rp 50.000 Rp 40.000

Deskripsi

sirah-sahabiyah-seri-1-para-sahabiyah-as-sabiqunal-awwalun-attuqa1 Judul Buku : Sirah Sahabiyah Seri 1 -Para Sahabiyah as-Sabiqunal Awwalun-
Penulis : Ustadzah Ummu Abdirrahman Anisah
Penerbit : At-Tuqa
Ukuran : 14 x 19 cm, FULL COLOUR, Art Paper,| Soft Cover, 68 halaman
BONUS 1 SET KERTAS BINDER CANTIK setiap pembelian buku ini.

Ada uswatun hasanah yang tak terhitung jumlahnya jika kita mau menelaah kisah orang-orang di zaman Rasulullah dahulu.

Kisah-kisah tersebut masih dalam bentuk bahasa Arab dan sayangnya banyak yang belum diterjemahkan, sehingga bagi orang selain Arab kesulitan untuk memahaminya. Akhirnya kisah-kisah sarat hikmah tersebut hanya sebatas hitam di atas putih, tidak tersampaikan ke seluruh umat muslim.

Yang lebih disayangkan lagi, orang yang mengaku muslim belum mau mempelajari bahasa arab, padahal intisari ajaran-ajaran Islam disampaikan dalam bentuk bahasa Arab, yakni al-Qur’an dan hadits.

Nyatanya, umat muslim di Indonesia banyak disuguhkan hikmah-hikmah yang diambil dari ucapan tokoh orang-orang kafir, padahal ucapan mereka berasal dari hawa nafsu mereka sendiri. Jauh berbeda jika dibandingkan dengan hikmah dari umat di zaman Rasulullah, mereka orang-orang yang dibimbing oleh Allah dan rasul-Nya.

Maka dari itu, Toko At-Tuqa berusaha membukukan ajaran-ajaran Islam dalam versi bahasa Indonesia, agar hikmah yang ada di ajaran Islam tersebut—biidznillah—tersampaikan kepada umat muslim di Indonesia.

Dan, salah satu dari sekian banyak kisah teladan yang akan dibukukan adalah kisah perempuan-perempuan yang pertama masuk Islam, yang insya Allah akan diterbitkan dalam beberapa seri Sirah Sahabiyah. Pada seri pertama ini akan menceritakan kisah tentang Fathimah bintu al-Khaththab, Asma’ bintu Umais, dan Ummu Aiman—radhiyallah’anhunna.

Informasi Tambahan

Berat0.20 kg

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Sirah Sahabiyah Seri 1 -Para Sahabiyah as-Sabiqunal Awwalun-Attuqa”