Pustaka Salafiyah
Ada Apa Dengan Gempa Bumi? Sebuah Nasehat & Peringatan
Judul Buku : Ada Apa Dengan Gempa Bumi? Sebuah Nasehat & Peringatan
Penulis : Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi”i rahimahullah
Penerbit : Pustaka Salafiyah
Tebal : 124 halaman
Fisik : 12 cm x 18 cm, Dov, Soft Cover, Shrink
Disc: 20 %
Tahun 2004 lalu, Aceh dilanda gempa dahsyat diiringi tsunami yang sangat hebat, hingga meluluntuh-lantakan sebagian besar Serambi Mekkah itu. Demikian pula terjadi di Jogjakarta, menyusul Papua, Tasikmalaya, dan yang baru saja terjadi adalah di Padang Sumatra Barat. Berbagai bencana gempa lain di penjuru Nusantara ini sekaan terus saja datang melanda. Orang-orang bertanya, “Ada apa ini? Mengapa akhir-akhir ini banyak sekali musibah yang melanda negeri ini, khususnya gempa? Telah datangkah kiamat itu? Inikah saatnya hari kehancuran itu?” Banyak pihak kemudian berargumen tentang gempa bumi yang terjadi. Ada yang mengatakan bahwa ini ada kejadian alam biasa, pergerakan lempengan bumi dan seterusnya. Ada juga yang melarung sajen ke laut karena meyakini sang penunggu laut sedang marah. Sebenarnya ada apa dengan ini semua? Kenapa negeri ini mulai sering tertimpa musibah gempa? Jangan-jangan, ini pertanda kiamat telah dekat sekali? Bagaimana seorang muslim menyikapi sebuah musibah yang dialaminya? Terlebih ada apa di balik semua musibah ini? Simak penuturan seorang ulama besar, Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i tentang hal ini.
Puasa-puasa Sunnah
Judul buku: Puasa-puasa Sunnah
Pengarang: Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Penerbit: Pustaka Salafiyah
Tebal : 70 halaman
Fisik : 12 cm x 18 cm, UV, Soft Cover, Shrink
Ramadhan 1430 H telah lewat, sebulan penuh kaum muslimin berpuasa ramadhan untuk memenuhi seruan Rabb-nya. Puasa ramadhan adalah kesempatan bagi kita untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita. Juga untuk ajang taqarrub kita kepada Allah Yang Maha Penyayang. Tapi setelah lewatnya ramadhan, masih banyak puasa sunnah yang bisa kita amalkan … Demi mengharap pahala dan balasan dari Allah… Puasa Syawwal … Puasa Arafah … Puasa Senin Kamis … Puasa 3 hari tiap bulan hiriyyah … dan sebentar lagi kita akan memasuki bulan Muharram 1431 H … Semoga kita masih diberi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memberikan kesempatan kepada kita untuk puasa sunnah tasu’a dan ‘asyura (9 dan 10 Muharram). Untuk beramal sesuati tuntunan Nabi, kita seharusnya mempunyai ilmu. Buku “Puasa-puasa sunnah” mengulas tentang puasa-puasa sunnah yang bisa kita amalkan.
Salah Kaprah Yang Mesti Diluruskan
Judul: Salah Kaprah Yang Mesti Diluruskan
Asli: Akhtha’ Syai’ah Yajibu Tash-hihuha Fii Dhau’ Al-Kitab Was Sunnah
Penulis: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
Penerbit: Pustaka Salafiyah
Tebal : 188 halaman
Fisik : 14,5 cm x 20,5 cm, shrink, doff, soft cover
Meluruskan beragam kekeliruan masyarakat dalam hal aqidah, ibadah, mu’amalah dan lainnya dengan bimbingan al-qur’an dan as-sunnah Telah ditegaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa manusia seluruhnya pasti berbuat salah, dan yang paling baiknya adalah yang bertaubat. Bahkan seringkali seseorang melakukan kesalahan tanpa sadar, bisa jadi karena tidak tahu dan bisa jadi pula karena memang hawa nafsu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya bisa jadi seorang hamba berucap dengan suatu ucapan yang menyebabkan kemurkaan Allah, yang tidak terbetik dalam pikirannya, hingga menyeret dirinya ke neraka jahannam.” (HR. Muslim) Begitulah keadaan manusia, karena itu Allah menjadikan agama ini sebagai nasihat bagi kita semua. Dan masing-masing kita diingatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar peka terhadap orang lain yang sedang melakukan kesalahan untuk menegurnya dengan baik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu maka dengan lisannya. Jika tidakmampu maka dengan hatinya. Dan itulah selemah-lemah iman. ” (HR. Muslim). Dan bagi kita yang ditegur, atau diingatkan kesalahannya, kita mestinya mengucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh Umar bin Khaththab;”Semoga Allah rnerahmati orang yang menunjukkan kesalahanku kepadaku.”
Ringkasan Fiqih (Fikih) Islami Jilid 1 (Terj Al-Mulakhkhash Al-Fiqhiy), Panduan Ibadah Sesuai Sunnah
Judul: Ringkasan Fiqih (Fikih) Islami Jilid 1, Panduan Ibadah Sesuai Sunnah
Asli: Al-Mulakhkhash Al-Fiqhiy
Penulis: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan bin Abdillah Alu Fauzan
Penerbit: Pustaka Salafiyah
Tebal : 428 halaman
Fisik : 15,5 cm x 23,5 cm, shrink, doff, soft cover
Diskon: 20%
Allah berfirman: “Sungguh bagi kalian pada diri Rasulullah, terdapat teladan yang baik.” (Al-Ahzab: 21). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mengada-adakan dalam perkara ini yang bukan berasal dari islam maka itu tertolak” HR. Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat Muslim, “Barangsiapa yang mengamalkan suatu perbuatan yang tidak ada padanya perkara kami maka itu tertolak.” Para ulama telah sepakat bahwa “Hukum asal ibadah adalah haram, kecuali ada dalil yang menunjukkannya.” Mereka juga memahami konsekwensi dari kalimat syahadat bahwa Muhammad utusan Allah, “Tidak ada ibadah kecuali yang disyari’atkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Berdasarkan ini semua, maka wajib bagi kita untuk melandasi amalan ibadah kita dengan ilmu, agar ibadah kita diterima oleh Allah dan itu tentu setelah kita dapat membersihkan diri kita dari segala jenis syirik. Jadi, seorang muslim memang dituntut untuk ilmiyah, tidak beribadab melainkan setelah mengetahui bahwa itu memang ibadah yang ada dalilnya -meski tidak hafal-, bukan karena ikut-ikutan, latah, gengsi atau sekedar budaya saja. Imam Bukhari rahimahullah mengatakan “Ilmu dahulu sebelum perkataan dan perbuatari”. Marilah kita bersama-sama meninggalkan budaya membebek atau taqlid kepada selain Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Melalui buku yang ringkas namun lengkap ini insya Allah pembaca akan mendapatkan kemudahan dalam meneladani ibadah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena gaya pemaparannya yang sederhana dan hanya mengacu pendapat yang kuat berdasarkan dalil.
Ringkasan Fiqih (Fikih) Islami Jilid 2 (Terj Al-Mulakhkhash Al-Fiqhiy), Panduan Ibadah Sesuai Sunnah
Judul: Ringkasan Fiqih (Fikih) Islami Jilid 2, Panduan Ibadah Sesuai Sunnah
Asli: Al-Mulakhkhash Al-Fiqhiy
Penulis: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan bin Abdillah Alu Fauzan
Penerbit: Pustaka Salafiyah
Tebal : 188 halaman
Fisik : 15,5 cm x 23,5 cm, shrink, doff, soft cover
Diskon: 20%
Allah berfirman: “Sungguh bagi kalian pada diri Rasulullah, terdapat teladan yang baik.” (Al-Ahzab: 21). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mengada-adakan dalam perkara ini yang bukan berasal dari islam maka itu tertolak” HR. Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat Muslim, “Barangsiapa yang mengamalkan suatu perbuatan yang tidak ada padanya perkara kami maka itu tertolak.” Para ulama telah sepakat bahwa “Hukum asal ibadah adalah haram, kecuali ada dalil yang menunjukkannya.” Mereka juga memahami konsekwensi dari kalimat syahadat bahwa Muhammad utusan Allah, “Tidak ada ibadah kecuali yang disyari’atkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Berdasarkan ini semua, maka wajib bagi kita untuk melandasi amalan ibadah kita dengan ilmu, agar ibadah kita diterima oleh Allah dan itu tentu setelah kita dapat membersihkan diri kita dari segala jenis syirik. Jadi, seorang muslim memang dituntut untuk ilmiyah, tidak beribadab melainkan setelah mengetahui bahwa itu memang ibadah yang ada dalilnya -meski tidak hafal-, bukan karena ikut-ikutan, latah, gengsi atau sekedar budaya saja. Imam Bukhari rahimahullah mengatakan “Ilmu dahulu sebelum perkataan dan perbuatari”. Marilah kita bersama-sama meninggalkan budaya membebek atau taqlid kepada selain Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Melalui buku yang ringkas namun lengkap ini insya Allah pembaca akan mendapatkan kemudahan dalam meneladani ibadah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena gaya pemaparannya yang sederhana dan hanya mengacu pendapat yang kuat berdasarkan dalil.
Masih Ada Harapan Amal Shalih buat Yang Sudah Mati
Judul: Masih Ada Harapan Amal Shalih buat Yang Sudah Mati
Asli: Intifa’ul Mauta Bi A’mal Al-Ahya’
Penulis: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim
Penerbit: Pustaka Salafiyah
Tebal : 172 halaman
Fisik : 14,5 cm x 20,5 cm, shrink, doff, soft cover
Diskon: 20%
Setiap yang bernapas pasti mati. Ini adalah sesuatu yang disepakati oleh semua orang baik muslim maupun non muslim. Tetapi, bagi kaum muslimin apakah orang yang sudah mati berarti telah terputus sama sekali dengan kehidupan dunia ini? Bisakah dia mendapatkan manfaat dari berbagai amalan yang dilakukan oleh karib-kerabat, handai taulan dan orang-orang yang pernah mencintainya semasa hidup, seperti doa, permohonan ampun, kirim Fatihah atau pahala bacaan ayat Al-qur’an lainnya atau amal shalih lainnya seperti sedekah, infak dan lain sebagainya? Buku ini merupakan gabungan tulisan dua orang ulama yang sudah sangat terkenal; Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimaliullah dan murid beliau Ibnul Qayyim rahimahullah. Berisikan tentang amalan apa saja yang pahalanya bisa bermanfaat bagi orang yang sudah mati dan siapa yang mengamalkannya serta segala sesuatu yang berkaitan dengannya.
Menggugat Demokrasi dan Pemilu, Borok-borok pemilu
Judul: Menggugat Demokrasi dan Pemilu, Borok-borok pemilu
Menyingkap Borok-borok pemilu dan Membantah syubhat para pemujanya
Penulis: Syaikh Muhammad bin Abdillah Al-Imam
Taqdim: Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i
Penerbit: Pustaka Salafiyah
Tebal : 282 halaman
Fisik : 15,5 cm x 23,5 cm, shrink, doff, soft cover
Pemilu: Sebuah acara seremonial-kolosal, sebuah perhelatan akbar yang wajib diselenggarakan secara periodik dalam suatu negara penganut sisitem demokrasi. Seluruh manusia seolah diwajibkan untuk turut serta menyukseskan “pesta demokrasi” ini yang makan biaya sangat fantastis. Celakanya, kaum muslimin yang telah “termakan” propaganda orang-orang kafir juga ikut-ikutan mempopulerkan demokrasi, padahal telah diketahui bersama, bahwa demokrasi berasal dari orang yahudi. Mereka hendak mempersamakan demokrasi dengan sistem .syura (musyawarah) dalam syariat lslam. Mereka pun memanipulasi dalil-dalil Al Qu’ran dan As-Sunnah agar tampak seolah-olah pemilu itu sesuai dengan syari’at Islam. Mereka, khususnya orang-orang partai terus-menerus mencari-cari legimitasi dari Al Qu’ran dan As-Sunnah atas keikutsertaan mereka dalam pemilu tersebut. Lantas, bagaimanakah sesungguhnya pandangan syariat Islam terhadap pemilu?? Apakah demokrasi merupakan sistem yang absah dan dibenarkan oleh Islam? Dan bagaimanakah sebenarnya cara Islami dalam memilih pemimpin umat? Buku ini, dengan ciri khas buku-buku Ahlus-Sunnah yang selalu berdasarkan kepada Al Qu’ran dan As-Sunnah dengan pernahaman .salafush shalih, membeberkan dengan tuntas kerusakan pemilu serta membantah syubhat (kerancuan) yang disebarkan oleh orang-orang hizbiyyun tentang pemilu dan demokrasi serta menjelaskan cara yang syar’i dulam memilih pemimpin. Apalagi sekarang ini, sedang digalakkan pemilihan pemimpin di semua tingkatan pemerintahan dari tingkat RT, desa, kabupaten, propinsi, hingga negara dengan sistem demokrasi ini. Maka buku ini sangat penting untuk ditelaah. Semoga buku ini bisa memberikan andil dalam membuka cakrawala berpikir yang Islami bagi kaum muslimin.
Updating…


