Pustaka Ats-Tsabat
Tatacara Duduk Tasyahud Akhir Dalam Setiap Shalat
Judul: Tatacara Duduk Tasyahud Akhir Dalam Setiap Shalat
Penyusun: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin jamal Al-Bugisi
Penerbit: Pustaka Ats-Tsabat
Tebal : 112 halaman
Fisik : 12 cm x 18 cm, doff, soft cover
Diskon: 20%
Risalah kecil ini merupakan salah satu risalah yang bersifat ilmiah untuk membuka wawasan ilmu fiqih yang ada pada kaum muslimin, sebagai pencerahan intelektual yang menuntut seorang muslim, khususnya kalangan para penuntut ilmu syar’i untuk bisa memahami setiap masalah hukum berdasarkan dalil-dalil dari sumbernya yang jernih, yaitu Al-Qur’an Al-Karim dan As-sunnah An-Nabawiyyah yang shahih. Risalah ini menjelaskan tentang hukum dan tata cara duduk yang benar didalam shalat, yaitu di saat seseorang melakukan duduk pada tahiyyat akhir, dari shalat yang wajib maupun nafilah (sunnah), baik shalat yang berjumlah satu raka’at, dua raka’at, tiga raka’at dan seterusnya, baik shalat yang memiliki satu tasyahhud maupun dua tasyahhud. Dalam realita, kita menyaksikan adanya perbedaan cara yang diamalkan kaum muslimin dalam cara duduk mereka, ada yang duduk iftirasy pada setiap shalat yang berjumlah dua raka’at, atau yang memiliki satu tasyahhud, dan ada pula yang melakukannya dengan cara duduk tawarruk. Sehingga sebagian kaum muslimin mempertanyakan tentang hal ini; Apakah landasan masing-masing mereka yang melakukan cara duduk yang berbeda? Manakah yang benar? Manakah yang lebih sesuai dengan dalil?, Apakah keduanya memang disebutkan dalam hadits? Dan yang semisalnya dari berbagai pertanyaan. Terlebih disaat sebagian kaum muslimin yang semenjak kecil sudah terbiasa dengan cara duduk tertentu, lalu kemudian merasa heran dengan cara yang dilakukan sebagian mereka yang shalat dengan cara duduk yang berbeda. Sehingga hal ini mendorong penulis untuk mengeluarkan risalah kecil ini, agar bermanfaat bagi mereka yang ingin melihat permasalahan ini dengan kacamata ilmiah.
30 Soal Jawab Seputar Poligami
Judul: 30 Soal Jawab Seputar Poligami
Penyusun: Syaikh Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman Al-Jabiri
Penerbit: Pustaka Ats-Tsabat
Tebal : 114 halaman
Fisik : 13 cm x 18 cm, doff, soft cover
Diskon: 20%
Sesungguhnya Allah menurunkan syariat Islam penuh dengan hikmah dan kasih sayang. Allah Yang Maha Agung dan Bijaksana telah menciptakan manusia dengan tujuan agar mereka hanya tunduk kepada-Nya. Bila Rabb Yang Maha Sempurna menciptakan makhluk-Nya, maka tentu Dia pula yang mengerti tentang kemaslahatan hamba-Nya. Berpoligami (beristri lebih dari satu), adalah suatu ketetapan syariat yang akan berlaku hingga hari kiamat. Narnun tidak sedikit dari kaum muslimin yang merasa berat dalam menerima syariat ini. Hal itu mungkin disebabkan karena minimnya pengetahuan agama mereka atau terpropaganda dengan budaya barat yang membenci Islam. Di dalam buku ini, terdapat soal dan jawaban yang penuh dengan hikmah. Sehingga dengan menelaah pertanyaan dan jawaban tersebut, maka walaupun secara ringkas namun akan mudah dipahami InsyaAllah…
Hukum Berinteraksi Dengan Jin dan Tuntunan Ruqyah Syar-i
Judul: Hukum Berinteraksi Dengan Jin dan Tuntunan Syar’i
Penulis: Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdillah Al-Imam
Penerjemah: Ustadz Abu Karimah Asykari bin Jamal Al-Bugisi
Penerbit: Pustaka Ats-Tsabat
Fisik : 14 cm x 20,5 cm, uv, soft cover,
Tebal: 366 halaman
Disc: 20 %
Kaum jin adalah makhluk Allah yang ghaib bagi manusia. Mereka juga diciptakan oleh Allah Azza wajallah, dengan tujuan hanya menyembah kepada-Nya seperti halnya manusia. Namun realita atas taqdir Allah Subhaanahu wata’ala, jin pun mempunyai banyak sekte dalam kehidupannya; Ada yang muslim, kafir, fasik dan adapula yang senang bermaksiat. Namun mayoritas kaum jin adalah kufur dan mengikuti nenek moyangnya (Iblis) yang telah memproklamirkan diri untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Sehingga muncullah bala tentaranya yang disebut syaitan dari kalangan jin dan manusia. Eksistensi kaum jin juga memiliki peran yang besar dalam berbagai praktek kesyirikan yang diekspos melalui media cetak dan elektronik. Bermunculannya para dukun dan tukang sihir dengan atribut eksklusif seperti ahli supranatural, ahli ruqyah, kyai, pesulap, ahli magic dan seabreg gelar lainnya yang menawarkan jasa “komersilnya” lewat media-media tersebut merupakan bukti kongkritnya. Mereka pun secara transparan dan leluasa menggelar dagangan “kesyirikan” lewat layar kaca, situs internet maupun sms. Manusia pun berbondong-bondong merespon tawaran tersebut, termasuk kaum muslimin yang dangkal ilmu agamanya. Mereka yang jenuh dengan kemiskinan, merasa kesulitan dalam mencari jodoh, ingin mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi serta tertimpa berbagai penyakit fisik dan mental juga ikut meramaikan praktek kesyirikan dengan mengkonsultasikan berbagai problema hidupnya kepada “orang-orang yang tidak bertanggung jawab tersebut”. Padahal, para dukun dan tukang sihir ini pada hakekatnya adalah para dajjal penipu umat dan perauk harta manusia. Mereka menjalin hubungan dengan para syaitan dari kalangan jin untuk menjerumuskan manusia ke jurang kesyirikan. Lalu bagaimanakah sebenarnya seluk beluk kehidupan Jin dan bagaimana kita bermuamalah (berinteraksi) dengan mereka ? Bagaimana bentuk amalan serta muamalah mereka dengan para pelayannya dari kalangan manusia ? Kapan jin dan manusia itu disebut syaitan? Dengan membaca, menelaah serta memahami apa yang diuraikan di dalam buku ini, maka anda akan mendapatkan jawaban secara tuntas Insya Allah. Demikian pula ada tuntunan syar’i yang harus dipahami oleh setiap muslim dalam menangani penyakit fisik dan non fisik yaitu dengan ruqyah syar’i. Ruqyah syar’i merupakan pengobatan ilahiyah, penyembuhan rabbani dan pengobatan nabawi yang harus dipraktekkan sesuai dengan bimbingan Al Qur’an dan As Sunnah sehingga tidak terjadi penyimpangan dan penyalahgunaan. Dengan rasa tawakal dan upaya syar’i ini, mudah-mudahan kita bisa mendapatkan solusi dan kesembuhan dari berbagai penyakit dan terselamatkan dari berbagai macam bahaya praktek kesyirikan.
Tuntunan Shalat Musafir, Ustadz Asykari Abu Karimah Jamal Al-Bugisi
Judul: Tuntunan Shalat Musafir, Seri Buku Untuk Musafir
Penulis: Ustadz Asykari Abu Karimah bin Jamal Al-Bugisi
Penerbit: Pustaka Ats-Tsabat (GEMA ILMU)
Fisik: 9 x 12 cm, uv,doff, soft cover
Tebal: iv + 130 hal
Diskon: 20 %
Diantara rahmat dan kasih sayang Allah adalah Dia tidak menjadikan syari’at ini sebagai sesuatu yang memberatkan hamba-Nya. Namun Allah telah menjadikan agama-Nya sebagai sesuatu yang mudah untuk diamalkan dan diaplikasikan dalam kehidupan. Termasuk kemudahan dan kelapangan yang Allah berikan kepada hamba- hamba-Nya adalah ketika seseorang dalam keadaan musafir, Allah dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan kepada mereka hukum-hukum yang memberi kemudahan bagi mereka dalam melaksanakan ibadah selama dalam perjalanan, baik secara tersurat maupun tersirat agar dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan ibadah hanya untukAllah. Di dalam buku kecil ini dipaparkan hukum-hukum seputar tata cara shalat dalam perjalanan. Semoga memberi manfaat dan tambahan ilmu bagi setiap orang yang melakukan perjalanan safar.
Updating…


