Nasehat - Tausiyah
Pedoman Syariat di tengah Badai Cobaan
Judul Buku : Pedoman Syariat di tengah Badai Cobaan
Penulis : Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh
Penerbit : Penerbit Nurul Qolb (Grup As-Salam)
Tebal : 36 halaman
Fisik : 12 cm x 18 cm, UV, Soft Cover, Shrink
Cetakan ke : Pertama, Desember 2009
Disc: 20 %
Kini, gelombang badai cobaan yang melanda ummat semakin dahsyat. Apakah tindakan yang harus diambil? Bagaimana cara menyelamatkan diri dan ummat darinya? Kemanakah kita akan melangkah?
Ada Apa Dengan Gempa Bumi? Sebuah Nasehat & Peringatan
Judul Buku : Ada Apa Dengan Gempa Bumi? Sebuah Nasehat & Peringatan
Penulis : Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi”i rahimahullah
Penerbit : Pustaka Salafiyah
Tebal : 124 halaman
Fisik : 12 cm x 18 cm, Dov, Soft Cover, Shrink
Disc: 20 %
Tahun 2004 lalu, Aceh dilanda gempa dahsyat diiringi tsunami yang sangat hebat, hingga meluluntuh-lantakan sebagian besar Serambi Mekkah itu. Demikian pula terjadi di Jogjakarta, menyusul Papua, Tasikmalaya, dan yang baru saja terjadi adalah di Padang Sumatra Barat. Berbagai bencana gempa lain di penjuru Nusantara ini sekaan terus saja datang melanda. Orang-orang bertanya, “Ada apa ini? Mengapa akhir-akhir ini banyak sekali musibah yang melanda negeri ini, khususnya gempa? Telah datangkah kiamat itu? Inikah saatnya hari kehancuran itu?” Banyak pihak kemudian berargumen tentang gempa bumi yang terjadi. Ada yang mengatakan bahwa ini ada kejadian alam biasa, pergerakan lempengan bumi dan seterusnya. Ada juga yang melarung sajen ke laut karena meyakini sang penunggu laut sedang marah. Sebenarnya ada apa dengan ini semua? Kenapa negeri ini mulai sering tertimpa musibah gempa? Jangan-jangan, ini pertanda kiamat telah dekat sekali? Bagaimana seorang muslim menyikapi sebuah musibah yang dialaminya? Terlebih ada apa di balik semua musibah ini? Simak penuturan seorang ulama besar, Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i tentang hal ini.
Tatkala Fitnah Melanda dan Pedoman Syar-i saat menghadapinya
Judul: Tatkala Fitnah Melanda
(Mutiara Hikmah Menyingkap Fitnah dan Pedoman Syar’i saat menghadapinya)
Pengarang: Syaikh Shalih bin ABdul Aziz Alu Asy-Syaikh & Syaikh Muhammad bin ‘Abdullah Al-Imam
Penerbit: Pustaka Al-Haura
Tebal : 172 halaman
Fisik : 14,5 cm x 21 cm, uv, soft cover
Fitnah itu banyak macamnya, perselisihan, keributan, peperangan, pembunuhan, musibah, ujian, sikap anarkhisme, hizbiyyah, fanatisme dan lainnya. Sepantasnya kita berlindung dari fitnah kepada Allah jalla wa ‘ala (Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi)! Berlindung kepada Allah jalla wa ‘ala dari fitnah yang membakar agama, akal, badan dan membakar setiap kebaikan. Berlindung kepada Allah dari fitnah, karena tiada kebaikan sama sekali dalam fitnah. Sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak berlindung kepada Allah dari fitnah dan dahulu beliau pun selalu memperingatkan dari fitnah. Oleh karenanya, ketika Al-Imam Al-Bukhari mennyebutkan Kitabul Fitan dalam Shahih-nya, beliau memulainya dengan ucapan beliau: “Bab: Firman Allah ta’ala: “(Dan peliharalah dirimu dari fitnah yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalirn saja di antara kalian), dan fitnah-fitnah yang dahulu telah diperingatkan oleh Rasullullah” Demikian itu karena ketika fitnah terjadi maka tidaklah menimpa orang yang zalim saja, namun menimpa seluruhnya. Dan bila fitnah terjadi, tidaklah akan menyisakan suatu ucapan pun bagi yang mengucapkannya. Oleh karena itu wajib bagi kita untuk berhati-hati sebelum fitnah terjadi, dan benar-benar menjauhkan diri kita sejauh-jauhnya dari segala sesuatu yang mendekatkan kita kepada fitnah. Sesungguhnya di antara tanda-tanda akhir zaman adalah banyaknya fitnah, sebagaimana yang disebutkan dalam Ash-Shahih bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Zaman saling mendekat, amal menjadi sedikit, dan kekikiran didapatkan, dan fitnah menjadi banyak -atau beliau mengatakan- tampak.” Hal ini karena bila muncul fitnah maka akan teriringi dengan munculnya kerusakan, yang kerusakan ini menndekatkan kepada terjadinya hari kiamat. Maka kita perlu untuk mengetahui bagaimana sikap kita tatkala fitnah melanda.
Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka
Judul: Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka
Penulis: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
Penerbit: Penerbit Cahaya Tauhid Press (CTP)
Tebal : 80 halaman
Fisik : 10,5 cm x 16,5 cm, uv, Shrink, soft cover
Cetakan ke : sepuluh, Januari 2010
Disc: 20 %
Sesungguhnya kelak di hari kiamat setiap orang akan dimintai pertanggung-jawaban atas apa yang dipimpinnya. Bagaimana dengan diri dan keluarga kita? Sudah benarkah kepemimpinan dan tanggung jawab yang kita emban? Buku sederhana ini mengungkapkan beberapa kemungkinan yang hampir tiap hari kita jumpai pada kaum muslimin, mereka menganggapnya remah bahkan sebagian merasa senang dan bangga melakukannya, tidakkah mereka tahu bahwa hal itu adalah suat maksiat besar terhadap Allah dan dapat dicampakkan diri mereka ke dalam neraka. Maka wajib atas masing-masing individu, keluarga kita dan kaum muslimin seluruhnya waspada dan menjaga diri dari adzab-Nya dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi semua larangannya. “Jagalah dirimu dan keluargamu dari API NERAKA”
Menggugat Demokrasi dan Pemilu, Borok-borok pemilu
Judul: Menggugat Demokrasi dan Pemilu, Borok-borok pemilu
Menyingkap Borok-borok pemilu dan Membantah syubhat para pemujanya
Penulis: Syaikh Muhammad bin Abdillah Al-Imam
Taqdim: Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i
Penerbit: Pustaka Salafiyah
Tebal : 282 halaman
Fisik : 15,5 cm x 23,5 cm, shrink, doff, soft cover
Pemilu: Sebuah acara seremonial-kolosal, sebuah perhelatan akbar yang wajib diselenggarakan secara periodik dalam suatu negara penganut sisitem demokrasi. Seluruh manusia seolah diwajibkan untuk turut serta menyukseskan “pesta demokrasi” ini yang makan biaya sangat fantastis. Celakanya, kaum muslimin yang telah “termakan” propaganda orang-orang kafir juga ikut-ikutan mempopulerkan demokrasi, padahal telah diketahui bersama, bahwa demokrasi berasal dari orang yahudi. Mereka hendak mempersamakan demokrasi dengan sistem .syura (musyawarah) dalam syariat lslam. Mereka pun memanipulasi dalil-dalil Al Qu’ran dan As-Sunnah agar tampak seolah-olah pemilu itu sesuai dengan syari’at Islam. Mereka, khususnya orang-orang partai terus-menerus mencari-cari legimitasi dari Al Qu’ran dan As-Sunnah atas keikutsertaan mereka dalam pemilu tersebut. Lantas, bagaimanakah sesungguhnya pandangan syariat Islam terhadap pemilu?? Apakah demokrasi merupakan sistem yang absah dan dibenarkan oleh Islam? Dan bagaimanakah sebenarnya cara Islami dalam memilih pemimpin umat? Buku ini, dengan ciri khas buku-buku Ahlus-Sunnah yang selalu berdasarkan kepada Al Qu’ran dan As-Sunnah dengan pernahaman .salafush shalih, membeberkan dengan tuntas kerusakan pemilu serta membantah syubhat (kerancuan) yang disebarkan oleh orang-orang hizbiyyun tentang pemilu dan demokrasi serta menjelaskan cara yang syar’i dulam memilih pemimpin. Apalagi sekarang ini, sedang digalakkan pemilihan pemimpin di semua tingkatan pemerintahan dari tingkat RT, desa, kabupaten, propinsi, hingga negara dengan sistem demokrasi ini. Maka buku ini sangat penting untuk ditelaah. Semoga buku ini bisa memberikan andil dalam membuka cakrawala berpikir yang Islami bagi kaum muslimin.
Harmonis, Idaman Setiap Keluarga & Tips Meredam Perselisihan
Judul: Harmonis, Idaman Setiap Keluarga & Tips Meredam Perselisihan
Penulis: Syaikh Salim Al-‘Ajmi dan DR. Syaikh Shalih bin Abdullah Humaid
Penerbit: Pustaka Salafiyah
Tebal : 132 halaman
Fisik : 12 cm x 18 cm, shrink, doff, soft cover
Diskon: 20%
Harmonis adalah kata indah yang mengandung beribu makna. Harmonis, idaman setiap keluarga. Keharmonisan dalam keluarga bukan berarti selalu bahagia tanpa pernah ada problem yang menerpa. Karena memang manusia diciptakan dengan tabiat yang berbeda. Kadang terjadi dalam rumah tangga suatu keadaan yang nasihat itu tidak berpengaruh lagi dan rasa cinta serta ketenangan mulai pudar. Yang ini membuat ikatan suami-istri menjadi rapuh dan penuh kesulitan, tidak tercapai apa yang diangankan dan tidak terwujud generasi shalih yang didambakan. Penyebabnya, bisa jadi dari dalam rumah tangga sendiri dan bisa jadi dari luar. Bagaimana solusinya? Yang jelas suami tidak selalu otoriter dengan ‘senjata cerai’ lalu cari lagi, dan istri pun tidak menuntut ‘bubar’ begitu saja. Mertua pun tidak asal intervensi, namun berperan dengan bijak. Lebih lanjut… ikutilah ulasan indah buku yang ada di hadapan anda ini. Semoga Allah mewujudkan keharmonisan dalam rumah tangga kita semua.
Meraih Istiqamah, Serial Adab Dan Kepribadian
Judul: Meraih Istiqamah, Serial Adab Dan Kepribadian
Terjemah: Al-Istiqamah ‘Ala Din Allah
Penulis: Syaikh DR. Shalih Fauzan Al-Fauzan
Penerbit: Nurul Qolb (Grup As-Salam)
Tebal : 60 halaman
Fisik : 12,5 cm x 18 cm, shrink, uv, soft cover
Istiqomah adalah suatu hal yang selalu didambakan oleh setiap muslim. Bagaimana tidak? Dengan istiqamahlah akan diperoleh ketenangan, ketegaran dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akherat. Orang-orang yang istiqamah tidaklah ditimpa kesedihan ataupun rasa takut. Dan mereka adalah calon-calon penghuni jannah (surga), sebagaimana flrman Allah (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami ialah Allah’, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itufah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (Al Ahqaf: 13-14) Dan mereka akan didatangi para malaikat yang menjadi pelindung mereka di dunia maupun akhirat dan menghibur mereka dengan jannah, sebagaimana firman Allah (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan ‘Rabb kami adalah Allah’, kemudian mereka istiqamah (teguh pendirian) maka malaikat akan turun kepada mereka sambil mengatakan, ‘Janganlah kalian merasa takut dan bersedih dan bergembiralah kalian dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian. Kami pelindung kalian dalam kehidupan di dunia dan akherat, dan di dalamnya kalian memperoleh apa yang kalian inginkan dun kalian minta. Sebagai hidangan (bagi kalian) dari Rabb kalian Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’.” (Fushshilat: 30-32) Simaklah paparan tentang istiqamah yang disampaikan Syaikh Shalih Fauzan, seorang ulama besar yang merupakan anggota Dewan Ulama Besar Kerajaan Saudi Arabia. Semoga melalui paparan beliau para pembaca mendapatkan penjelasan yang dapat menghantarkan kepada istiqamah yang didamba.
Updating…


