Majalah Asy-Syariah Edisi 110 Vol.IX 1436H-2015 dan Sakinah

Rp 13.000

Stok kosong

Deskripsi

Majalah Asy-Syariah Edisi 110 Vol.IX 1436H-2015 dan SakinahJudul: Majalah Asy-Syariah Edisi 110 Vol.IX 1436H-2015 dan Sakinah
Tema : Cara Salah Cari Berkah
Penerbit: Oase Media
Tebal: 112 halaman
Fisik: 16 cm x 24 cm, uv, soft cover, 8 halaman color
Harga: Rp 13.000

Sinopsis Majalah Majalah Asy-Syariah Edisi 110 Vol.IX 1436H-2015 dan Sakinah

CARA SALAH CARI BERKAH

Berkah adalah milik Allah semata. Dia-lah satu-satunya Dzat yang segala kebaikan dan berkah ada di Tangan-Nya. Allah adalah satu-satunya Dzat yang memberkahi tempat yang Dia kehendaki, seperti Makkah, Madinah, Baitul Maqdis, masjid-masjid atau tempat mana pun. Ayat-ayat al-Quran juga menunjukkan bahwa Allah adalah satu-satunya Dzat yang memberkahi hamba yang Dia kehendaki, seperti para nabi dan rasul.

Segala sesuatu yang mengandung berkah, semua telah dijelaskan secara gamblang dalam al-Quran, hadits-hadits Rasulullah dan riwayat-riwayat para sahabat. Maka dari itu, ketika sesuatu telah dijelaskan oleh nas atau syariat, semestinya kita tidak perlu repot mencari-cari apalagi sibuk mencari pembenaran sesuatu yang tidak dijelaskan oleh syariat. Tak perlu membela diri demi “menghalalkan” air Ponari, tidak perlu galau dengan kotoran kerbau, tidak perlu kurang kerjaan dengan berendam di sebuah petilasan, juga tidak perlu menjadi bodoh karena berebut puntung rokok seorang tokoh.

Rasulullah sebagai utusan Allah yang paling mulia dan kekasih Allah saja tidak mampu mendatangkan sedikit pun kebaikan atau menolak mudarat atas diri beliau, lebih-lebih atas orang lain. Saat air keluar dari jari-jemari Rasulullah yang digunakan untuk berwudhu dan minum oleh ribuan sahabat, Rasulullah tegas mengatakan, “Berkah itu dari Allah.”

Artinya, Rasulullah selalu mengingatkan bahwa Allah adalah satu-satu-Nya yang memiliki berkah, dan Dia-lah satu-satu-nya Dzat yang memberkahi. Hanya dari Dia-lah dimohon berkah. Ini juga aqidah yang diyakini para sahahat, manusia-manusia terbaik setelah para nahi dan rasul.

Maka dari itu, manusia-manusia selain mereka yang tidak dijamin masuk surga, tapi justru berlumur dosa, lebih tidak bisa untuk memberikan berkah, apalagi memutuskan sesuatu mengandung berkah atau tidak. Dikemanakan ayat atau hadits yang berbicara bahwa yang memberikan berkah adalah hak Allah?

Keyakinan dari mana bahwa para tokoh atau kyai yang kita agungkan setinggi langit itu mempunyai berkah dari jasadnya? Apakah para tokoh yang kita sematkan  hak-hak ilahiah memang dijamin masuk surga sehingga kita rela berebut bekas air minumnya? Apakah pantas orang yang melakukan kesyirikan dan kebid’ahan kita agung-agungkan sedemikian rupa?

Sadarkah kita, dosa syirik menganga lebar di depan kita, jika kita salah cari berkah? Kebenaran adalah apa yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya. Syariat kita yang sempurna tidak memberi celah sedikit pun bagi kita untuk membuat syariat atau “berkah-berkah” baru di luar yang telah digariskan syariat.

Syirik adalah dosa yang tidak terampuni kecuali dengan tobat. Maka dari itu, cari berkah jangan asal. Neraka  siap mengancam jika kita salah cari berkah.

Diantara isi dari Majalah Asy-Syariah Edisi 110 Vol.IX 1436H-2015 dan Sakinah

  • Adab di Hadapan Guru
  • Tabbaruk, antara pelanggaran dan Tinjauan Syariat
  • Meraih Keberkahan dengan Tawakal
  • Mencari Jalan Menuju Kebaikan
  • Tabaruk dengan Nabi Muhammad
  • Ziarah Makam Wali
  • dan masih banyak lagi

Additional information

Berat 0.16 kg
Dimensi 23.5 x 15.5 x 0.5 cm