Diskon!

Menentukan Awal dan Akhir Ramadhan dengan Rukyatul Hilal atau Hisab Falaki

Rp 24.000 Rp 19.200

Deskripsi

menentukan-awal-dan-akhir-ramadhan-dengan-rukyatul-hilal-atau-hisab-falakiJudul : Menentukan Awal dan Akhir Ramadhan dengan Rukyatul Hilal atau Hisab Falaki
Oleh : Abu Amr Ahmad Alfian
Penerbit : Daar Ibnu Abbas
Ukuran : 14,5 x 20,5 cm, doff, srink
Harga : Rp. 24.000
Harga disini : Rp. 19.200

Sinopsis Buku Menentukan Awal dan Akhir Ramadhan dengan Rukyatul Hilal atau Hisab Falaki

Saudaraku kaum muslimin, di masa kita hidup sekarang ini telah sering mendapati perbedaan dimulainya puasa ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Satu pihak terkadang mendahului dalam memulai puasa dan Hari Raya idul Fitri. Satu pihak terkadang  mendahului dalam memulai puasa Ramadhan dan terkadang bisa bersamaan. Sebabnya pun sudah menjadi rahasia umum, yakni perbedaan hasil hisab falaki dengan rukyatul hilal.

Saudaraku, kita tentu ingat salah satu keutamaan agama Islam sebagai agama yang mudah. Allah   berfirman: yang artinya :
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. ” (Al-Baqarah: 185)

Salah satu kemudahan yang telah Rasulullah ajarkan dan diamalkan oleh para shahabat yang mulia adalah menentukan permulaan Ramadhan dan Syawwal dengan cara ru’yatul hilal, bukan dengan hisab falaki. Metode hisab memang terkesan canggih dan memiliki presisi yang secara hitungan matematis pun masuk akal. Tetapi apakah cara hisab falaki yang Allah syariatkan bagi umat Islam?

Ternyata tidak, Saudaraku. Hendaknya dipahami oleh kita semua bahwa pembicaraan tentang kapan dimulainya puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri adalah pembicaraan tentang syariat. Secara khusus, pembahasan ini memuat tentang Waktu-Waktu dilaksanakannya ibadah puasa ramadhan yang wajib kita kerjakan. Tentunya, Allah telah memberikan bimbingan dan petunjuk yang sempurna untuk menentukan kapan dilaksanakan peribadatan kepada-Nya.
Allah  berfirman:
“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah, “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji.” (Al-Baqarah: 189)
Rasulullah   bersabda:
“Berpuasalah kalian dengan terlihatnya (hilal) dan berbukalah (beridul fitri) dengan terlihatnya. Maka jika (hilal) tersembunyi dari kalian, sempurnakanlah bilangan hari bulan Sya’ban menjadi 30 hari. ” (HR al-Bukhari no. 1909)

Benarlah… Islam itu mudah Saudaraku. Kita tidak perlu menghitung ketinggian, derajat, dan memakai rumus-rumus matematika yang rumit, cukup dengan mengamati hilal, dan Islam memang mudah.

Umat sejak beberapa lama justru dibuat bingung dengan perbedaan dimulainya Ramadhan dan Syawwal. Bahkan, di satu keluarga tidak jarang terjadi perbedaan pula. Betapa indahnya jika kita mau rukun dan bersama-sama tunduk kepada aturan Allah untuk menggunakan hilal sebagai penunjuk waktu dimulainya Ramadhan dan Syawwal. Ingatlah bahwa kita sedang menjalankan syariat-Nya, bukan sebatas memastikan apakah hilal suduh mencapai lebih dari 2 derajat ataukah tidak. Jika tidak terlihat, apa mau dikata? Tentu kita harus tunduk kepada syariat Allah untuk menggenapkan hitungan bulan menjadi 30 hari. Alih-alih hendak memberi kemudahan dengan hisab falaki sehingga bisa memperkirakan dimulainya Ramadhan sejak jauh-jauh hari bahkan dalam hitungan tahun, maka di antara ormas Islam ada yang berani mengumumkan kapan Ramadhan dan kapan Idul Fitri sejak dua bulan sebelumnya. Sikap seperti ini justru menambah runcing perbedaan di antara umat dan menimbulkan keresahan. Semestinya umat diajari dan dibimbing untuk patuh kepada syariat Allah dengan menerapkan metode rukyatul hilal (melihat hilal), bukan dengan menutup mata darinya dan mencukupkan dengan perhitungan (hisab) yang tidak ada landasan syar’inya.

Buku ringkas ini sejatinya adalah kumpulan tulisan yang sudah lama beredar di internet. Sengaja kami kumpulkan untuk menghimpun kandungan ilmiah dan mempermudah bagi saudara kita yang membutuhkannya. Semoga usaha penulis risalah ini menjadi amalan shalih yang diterima di sisi-Nya. Aamiin..

Additional information

Berat 0.14 kg