Diskon!

Perisai Seorang Muslim, Terjemah Hishnul Muslim Min Adzkar Al-Kitab Was Sunnah

Rp 20.000 Rp 16.000

Deskripsi

Perisai Seorang Muslim, Terjemah Hishnul Muslim Min Adzkar Al-Kitab Was SunnahJudul: Perisai Seorang Muslim
Asli: Hishnul Muslim Min Adzkar Al-Kitab Was Sunnah
Penulis: Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qohthoni
Penerbit: Maktabah Al-Ghuroba’
Tebal : 346 halaman
Fisik : 8,5 cm x 12 cm, uv, soft cover

Sinopsis Buku Perisai Seorang Muslim

Pembaca yang dirahmati Allah, tidak sedikit ayat Al-Quran yang mulia dan hadits Rasulullah yang disucikan menerangkan keutamaan dzikir (mengingat) Allah Ta’ala.

Telah jelas bagi kita betapa besar peranan dzikrullah dalam kehidupan kita, karena setiap saat syaithan berusaha menjerumuskan manusia ke dalam jurang kehinaan. Mereka berusaha mengerahkan segenap kemampuanya untuk menghancurkan manusia.

Oleh karena itu, tidak ada jalan lain bagi kita kecuali meyerahkan semua ini kepada Allah Tabaraka wa ta’ala, memohon perlindungan dan bimbingan kepada-Nya menghadapi musuh yang paling utama ini.

Dan sebagaimana judul aslinya yakni :”Adz Dzikru wad Du’awal ‘llaj bir Ruqaa min Al-Kitab was-Sunnah” (Dzikir, Do’a dan Pengobatan dengan Ruqyah dari Al-Qur’an dan As-Sunnah), buku ini berusaha  diterjemahkan seperti itu pula yakni :Perisai Seorang Muslim. Beberaopa hal yang dianggap perlu penjelasan, dipaparkan sebagai catatan kaki, agar tidak menjadi hal yang meragukan pembaca ketika membaca wirid tersebut.

Buku ini berusaha memahamkan kepada pembacanya bahwa dzikir yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan Rosul-Nya bukan hanya dengan menyebut-nyebut atau membaca wirid-wirid yang ada tanpa disertai kehadiran hati. Kehadiran dan pahamnya hati terhadap apa yang diucapkan inilah sesungguhnya yang menjadi kunci utama dalam berdzikir.

Betapa banyak kaum muslimin yang hafal wirid-wirid dzikir ini, bahkan membacanya samapai menangis meraung-raung dan terisak-isak dan beruarai air mata. Tetapi begitu keluar dari majlis dzikir, hilang semua yang dibacanya, bahkan lupa kandungan wirid yang dibacanya. Lebih parah lagi kemaksiatan masih juga dia lanjutkan.

Alangkah tepatnya ucapan Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu ketika menasehati sebagian kaum muslimin yang dilihatnya melakukan dzikir-dzikir berjamaah dengan cara-cara bid’ah di sebuah masjid di Kuffah, mereka menjawab bahwa kami hanya menginginkan kebaikan, Beliau mengatakan : “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tetapi tidak mendapatkanya”.

Buku yang ada di hadapan pembaca ini adalah terjemahan dari Kitab Hisnul Muslim Min Adzkaril-Kitab Was-Sunnah yang berisikan doa dan dzikir sehari-hari yang sangat pentinq baqi kaum Muslimin untuk menghafal dan mengamalkannya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang perkataan Nabi Yahya ‘alaihis salam:
“Aku (Nabi Yahya ‘alaihis salam) perintahkan kamu untuk banyak-banyak berdzikir (mengingat Allah). Dan sesungguhnya perumpamaan dzikir itu ialah seperti seseorang yang dikejar oleh musuhnya dengan cepat, lalu dia masuk ke sebuah benteng yang kokoh dan berlindung didalamnya. Dan sesungguhnya seorang hamba itu sangat terjaga dari syaithan ketika dia dalam keadaan berdzikir kepada Allah.” (HR. Ahmad dari Abu Malik Harits Al-Asy’ari rahimahullah.).

Dari hadits di atas, jelas bagi kita betapa besar peranan dizkrullah dalam kehidupan kita, karena setiap saat syaithan berusaha menjerumuskan manusia ke dalam jurang kehinaan. Mereka berusaha mengerahkan segenap kemampuannya untuk menghancurkan manusia. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain bagi kita kecuali menyerahkan semua ini kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala, memohon perlindungan dan bimbingan kepada-Nya menghadapi musuh yang paling utama ini.

 

Additional information

Berat 0.15 kg

Anda mungkin juga suka…