dosa maksiat
Dosa-dosa Besar Edisi Revisi
Judul Buku : Dosa-dosa Besar Edisi Revisi
(Terjemah Al-Kabair)
Penulis : Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Penerbit : Gema Ilmu
Tebal : 224 halaman
Fisik : 14 cm x 21 cm, Soft Cover, UV, Shrink
Disc: 20 %
Seseorang yang benar-benar memperhatikan dirinya tentunya merasakan bahwa dirinya mempunyai banyak kesalahan dan dosa. Lalu apa yang akan dia lakukan dengan dosa-dosanya? Apakah dia menyerah ataukah berusaha untuk menjauhinya dan meminta ampun kepada Rabbul ‘Alamin darinya. Perlu diketahui bahwa dosa itu ada dua macam, dosa besar dan dosa kecil. Dan Allah telah menjanjikan bahwa orang yang menjauhi dosa besar meskipun dia melakukan dosa-dosa kecil, orang itu akan mendapat limpahan ampunan dari Allah. Lalu apa saja dosa-dosa besar itu? Untuk itu kami berusaha menerjemahkan sebuah kitab yang berjudul “AL-KABAIR” karya Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab, seorang imam pembaharu dakwah tauhid pada abad 12 hijriyah yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Kalau ada kekurangan dan kesalahan dalam penerjemahan ini, maka itu dari kami dan dari setan, dan kami meminta ampun kepada Allah atas hal itu. Bila benar, itu dari keutamaan dan anugerah Allah, dan segala puji bagi Allah yang dengan kenikmatan-Nya sempurna kebaikan. Akhirnya, harapan kami karya ini bisa memberikan manfaat bagi penulis, penerjemah, dan para pembaca semua. Semoga Allah menjadikan amalan sebagai pemberat amalan kebaikan di akhirat kelak. Semoga Allah menutup kekurangan yang ada. Semoga Allah mengampuni dan merahmati penulis, penerjemah, kedua orang tuanya, keluarganya, guru-gurunya, dan kaum muslimin semuanya.
Ada Apa Dengan Gempa Bumi? Sebuah Nasehat & Peringatan
Judul Buku : Ada Apa Dengan Gempa Bumi? Sebuah Nasehat & Peringatan
Penulis : Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi”i rahimahullah
Penerbit : Pustaka Salafiyah
Tebal : 124 halaman
Fisik : 12 cm x 18 cm, Dov, Soft Cover, Shrink
Disc: 20 %
Tahun 2004 lalu, Aceh dilanda gempa dahsyat diiringi tsunami yang sangat hebat, hingga meluluntuh-lantakan sebagian besar Serambi Mekkah itu. Demikian pula terjadi di Jogjakarta, menyusul Papua, Tasikmalaya, dan yang baru saja terjadi adalah di Padang Sumatra Barat. Berbagai bencana gempa lain di penjuru Nusantara ini sekaan terus saja datang melanda. Orang-orang bertanya, “Ada apa ini? Mengapa akhir-akhir ini banyak sekali musibah yang melanda negeri ini, khususnya gempa? Telah datangkah kiamat itu? Inikah saatnya hari kehancuran itu?” Banyak pihak kemudian berargumen tentang gempa bumi yang terjadi. Ada yang mengatakan bahwa ini ada kejadian alam biasa, pergerakan lempengan bumi dan seterusnya. Ada juga yang melarung sajen ke laut karena meyakini sang penunggu laut sedang marah. Sebenarnya ada apa dengan ini semua? Kenapa negeri ini mulai sering tertimpa musibah gempa? Jangan-jangan, ini pertanda kiamat telah dekat sekali? Bagaimana seorang muslim menyikapi sebuah musibah yang dialaminya? Terlebih ada apa di balik semua musibah ini? Simak penuturan seorang ulama besar, Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i tentang hal ini.
Fitnah Memandang Laki-laki
Judul: Fitnah Memandang Laki-laki
Tidak cuma memandang wanita saja yang berbahaya! Ternyata, memandang laki-laki pun bisa berbahaya.
Terjemah: Tahdzir Al-Ikhwan Min Mushahabah Al-Murdan
Penulis: Abu Anas Al-Fayid Al-’Auni Ar-Rasyidi As-Salafi
Penerbit: Al-Qamar Media
Tebal : 60 halaman
Fisik : 10 cm x 14 cm, uv, soft cover
Disc: 20 %
Dosa diakibatkan pandangan! Inilah perkara besar yang telah menyeret seorang hamba ke dalam kehinaan yang menyebabkan kesengsaraan dunia dan akhirat. Bagaimnakah bentuk pandngan kepada laki-laki yang akan menyeret ke dalam dosa? Bagaimanakah pengobatan dari fitnah memandang kepada laki-laki? Akan anda dapatkan jawabannya dalam buku kecil ini.
Kenikmatan dan Musibah dalam Pandangan Syariat
Judul: Kenikmatan dan Musibah dalam Pandangan Syariat
Terjemah: Al-Hasanan Was Sayyiah
Penulis: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
Penerbit: Pustaka Ar-Rayyan
Tebal : 252 halaman
Fisik : 15,5 cm x 23 cm, doff, soft cover
Disc: 20 %
Buku ini membahas seputar tafsir ayat: “Kebaikan (nikmat) apa saja yang kamu peroleh adalah dari Allah dan kejelekan (musibah) apa saja yang menimpamu adalah akibat dari perbuatanmu.” (An-Nisa’: 79) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berupaya rnenyingkap tabir hikmah dan faedah di balik ayat yang mulia ini, menafsirkan kata al-hasanah dan as-sayyiah yang terdapat dalam ayat di atas, serta menerangkan beberapa perbedaan antara al-hasanah dan as-sayyiah. Dalarn menafsirkan kedua kata itu, dilakukan dengan cara menampilkan bahasan utama pada satu tempat secara sernpurna serta meliputinya dengarn dalil dan hujjah, merujuk Al-Qur’an dan As-Sunnah pada tiap langkahnya, serta mengambil bimbingan dari ucapan salaf dan yang diakui oleh akalsehat.
Tatkala Fitnah Melanda dan Pedoman Syar-i saat menghadapinya
Judul: Tatkala Fitnah Melanda
(Mutiara Hikmah Menyingkap Fitnah dan Pedoman Syar’i saat menghadapinya)
Pengarang: Syaikh Shalih bin ABdul Aziz Alu Asy-Syaikh & Syaikh Muhammad bin ‘Abdullah Al-Imam
Penerbit: Pustaka Al-Haura
Tebal : 172 halaman
Fisik : 14,5 cm x 21 cm, uv, soft cover
Fitnah itu banyak macamnya, perselisihan, keributan, peperangan, pembunuhan, musibah, ujian, sikap anarkhisme, hizbiyyah, fanatisme dan lainnya. Sepantasnya kita berlindung dari fitnah kepada Allah jalla wa ‘ala (Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi)! Berlindung kepada Allah jalla wa ‘ala dari fitnah yang membakar agama, akal, badan dan membakar setiap kebaikan. Berlindung kepada Allah dari fitnah, karena tiada kebaikan sama sekali dalam fitnah. Sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak berlindung kepada Allah dari fitnah dan dahulu beliau pun selalu memperingatkan dari fitnah. Oleh karenanya, ketika Al-Imam Al-Bukhari mennyebutkan Kitabul Fitan dalam Shahih-nya, beliau memulainya dengan ucapan beliau: “Bab: Firman Allah ta’ala: “(Dan peliharalah dirimu dari fitnah yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalirn saja di antara kalian), dan fitnah-fitnah yang dahulu telah diperingatkan oleh Rasullullah” Demikian itu karena ketika fitnah terjadi maka tidaklah menimpa orang yang zalim saja, namun menimpa seluruhnya. Dan bila fitnah terjadi, tidaklah akan menyisakan suatu ucapan pun bagi yang mengucapkannya. Oleh karena itu wajib bagi kita untuk berhati-hati sebelum fitnah terjadi, dan benar-benar menjauhkan diri kita sejauh-jauhnya dari segala sesuatu yang mendekatkan kita kepada fitnah. Sesungguhnya di antara tanda-tanda akhir zaman adalah banyaknya fitnah, sebagaimana yang disebutkan dalam Ash-Shahih bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Zaman saling mendekat, amal menjadi sedikit, dan kekikiran didapatkan, dan fitnah menjadi banyak -atau beliau mengatakan- tampak.” Hal ini karena bila muncul fitnah maka akan teriringi dengan munculnya kerusakan, yang kerusakan ini menndekatkan kepada terjadinya hari kiamat. Maka kita perlu untuk mengetahui bagaimana sikap kita tatkala fitnah melanda.
Akhirnya Allah pun Menerima Taubat (Tobat) Mereka
Judul: Akhirnya Allah pun Menerima Taubat Mereka
Terjemah: Syarah Riyadhush SHalihin bab AT-Taubah
Pengarang: Asy-Syaikh MUhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Penerbit: Cahaya Ilmu Press (Pustaka Al-Haura)
Tebal : 192 halaman
Fisik : 14,5 cm x 21 cm, uv, soft cover
Disc: 20 %
Buku ini akan bertutur tentang permasalahan tobat, bagaimana seseorang itu dikatakan telah bertobat? Adakah syarat-dan konsekuensi dari tobatnya? Bagaimana pula jika kesalahan tersebut tidak semata-mata terkait dengan hak Allah, tetapi juga terkait dengan hak makhluq-Nya? Dan pertanyaan-pertanyaan lain seputar permasalahan ini Insya Allah akan ditemukan: jawabannya pada risalah ini. Juga akan dipaparkan bagaimana Kekasih Allah Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang senantiasa mendawamkan Istighfar dan tobat kepada-Nya dalam keadaan Beliau telah diampuni dosa-dosanya baik yang telah lalu maupun yang kemudian. Juga, akan disuguhkan kepada Pembaca kisah-kisah pada masa lalu penuh hikmah dan faedah berharga, diantaranya: - Kisah Pembunuh 100 Nyawa - Kisah Ka’ab bin Malik dan Kedua Temannya - Tobat seorang Wanita dari perbuatan Zina Saudaraku Pembaca Rahimakumullah …. Banyak Faedah dan Pelajaran yang bisa kita petik dari kisah mulia ini: Allah memberi nikmat kepada hamba dengan melindunginya dari maksiat yang ingin dilakukannya Kemudian Allah ganti dengan keteguhandan kekokohan pendirian dengan lawan dari perbuatan yang hendak dia lakukan. Kisah Pembunuh 100 nyawa, Kisah Ka’ab bin Malik dan dua temannya serta Kisah Tobatnya wanita yang terjatuh dalam perbuatan Zina, sebagai salah satu bukti dari bukti-bukti yang ada tentang Keagungan dan Kebasaran Allah. Adapun kisah selengkapnya, dan faedah apa sata yang bisa diambil dari kisah berharga ini, silahkan membacanya dengan seksama apa yang dituturan oleh Syaikh Al-Faqih Muhammad bin Shalih AL-Utsaimin dengan harapan semoga Allah memberikan kepada kita pertolonan, bimbingan dan tafiq sehingga kita mampu menapaki dan meneladani jejak salaf shalih. Amin …
Nasehat Berharga Tentang Ghibah Dan Adu Domba (Namimah)
Judul: Nasehat Berharga Tentang Ghibah dan Adu Domba (Namimah)
Terjemah: An-Nashaih Al-Mufidah Fi Tahrim Al-Ghibah Wa An-Namimah
Penulis: Muhammad bin Sulaiman Al-‘Alith
Penerbit: Pustaka Al-Qabail
Tebal : 44 halaman
Fisik : 10,5 cm x 16 cm, soft cover
Diskon: 20%
Tahukah anda wahai saudaraku kaum muslirnin, sesungguhnya ghibah -membicarakan aib-, kekurangan orang lain tanpa ada keperluan dan kemaslahatan yang diperbolehkan oleh syariat termasuk salah satu dosa dari dosa-dosa besar yang ada. Allah telah berfirman: “Dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12) Satu lagi yang tidak kalah besar dosanya adalah namimah -memindahkan ucapan seseorang orang kepada orang lain dengan maksud adu domba, mengobarkan api permusuhan dan kebencian di antara mereka. Dua perangai ini bagi mereka yang terpedaya seolah sangat nikmat di lisan, penyedap obrolan dan camilan ringan yang mengasyikkan. Tentu, kekhawatiran akan dosa dan siksa akibat dari keduanya tak lagi nikmat dan sedap bagi seorang mukmin yang memiliki rasa takut terhadap Rabbnya. Dia tak akan mau menjadi orang yang merugi di hari kiamat tidak dengan sebab kebaikannya telah habis dia bagi-bagikan kepada orang-orang yang dia ghibahi.
Updating…


